WORKSHOP PERENCANAAN AUDIT TAHUNAN BERDASARKAN RISK BASED AUDIT DAN FRAUD AUDITING DI PERGURUAN TINGGI

BATAM NEW.cdr BATAM NEW.cdr

 

 

 

 

 

 

 

PERENCANAAN AUDIT TAHUNAN BERDASARKAN
RISK BASED AUDIT DAN FRAUD AUDITING DI PERGURUAN TINGGI

Salah satu lingkup penugasan Satuan Pengawas Intern (SPI) yaitu melakukan audit internal rutin, pemeriksaan kas, verifikasi fisik persediaan dan aktiva tetap, dan tugas lainnya yang diperlukan oleh pimpinan Perguruan Tinggi untuk mempertahankan transparansi dan akuntabilitas. Perencanaan Audit Tahunan merupakan rencana yang cukup detail atas kegiatan-kegiatan yang akan diaudit dalam satu tahun mendatang.
Rencana audit tahunan pada dasarnya merupakan salah satu aspek dalam perencanaan jangka panjang. Perencanaan jangka panjang biasanya dirumuskan dalam dua horison waktu: (1) perencanaan audit tahunan dan (2) perencanaan audit multi-years. Perencanaan jangka panjang sangat bermanfaat dalam pengelolaan suatu unit audit, sebagai sarana untuk mengkomunikasikan rencana audit kepada pihak-pihak yang berkepentingan, dan untuk mengukur kinerja pelaksanaan audit secara periodik. Perencanaan multi-years menggambarkan kegiatan audit dari tahun ke tahun.
Perumusan audit multi-years dapat menggunakan salah satu dari pendekatan sebagai berikut: (1) pendekatan siklus (cycle approach) yaitu auditee akan mendapatkan giliran diaudit setiap siklus dua tahunan atau tiga tahunan; (2) pendekatan risiko (risk approach) yaitu jadwal audit disusun secara tahunan dan setiap tahun dilakukan assessment ulang atas audit universe (YPIA, 2008).
Selama ini sebagian SPI di Perguruan Tinggi  menggunakan pendekatan siklus untuk merumuskan rencana audit multi-years sehingga tidak memperhitungkan faktor risiko. Pendekatan risiko dianggap pendekatan yang paling baik karena memperhatikan masalah yang paling kritis yang dihadapi organisasi. Perencanaan audit dengan pendekatan risiko adalah proses top-down yang mengevaluasi risiko yang terkait dengan masing-masing unit audit. Dengan pendekatan ini, terdapat kepastian bahwa alokasi sumber daya audit sejalan dengan besarnya risiko atau permasalahan yang ada pada masing-masing auditee.
Standar Profesi Audit Internal menyatakan bahwa internal auditor harus memiliki pengetahuan yang memadai untuk dapat mengenali, meneliti, dan menguji adanya indikasi kecurangan. Internal auditor diwajibkan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya ketidakwajaran penyajian, kesalahan, penyimpangan, kecurangan, konflik kepentingan dan ketidakefektifan pada suatu aktivitas organisasi pada saat pelaksanaan audit.

TUJUAN DAN RUANG LINGKUP
1.    Memberikan pemahaman konsep, dan implementasi Perencanaan Audit Berbasiskan Risiko (Risk Based Audit Planning) kepada auditor SPI.
2.    Menghasilkan auditor yang memiliki kemampuan teknis yang memadai dalam Perencanaan Audit Berbasiskan Risiko (Risk Based Audit Planning).
3.    Memberikan pengetahuan yang memadai untuk dapat mengenali, meneliti, dan menguji adanya indikasi kecurangan kepada auditor SPI.

BIAYA
Biaya per peserta sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah)

FASILITAS
– Penginapan Hotel
– Seminar Kit & Materi Pelatihan
Wilayah Jawa Barat (Member of IFAC)
– Pengakuan PPL 25 SKP bagi anggota IAI
– Makan Siang, Makan Malam dan Coffee break

INFO & PENDAFTARAN :
IAI  Wilayah Jawa Barat
Phone: 022.7218837
HP: 082217000475
Fax : 022.7274009
Email : iai_jabar@yahoo.com ;
iai.wilayahjabar@gmail.com
Website : www.iaijabar.or.id

Formulir bisa download disini

Unduh File/Dokumen

Leave a Comment