Belajar Akuntansi Syariah Gratis Ala IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyelenggarakan pelatihan akuntansi syariah gratis di Grha Akuntan Senin 24 Oktober 2011. Praktisi akuntansi syariah nasional Wiroso jadi pembicara dalam kegiatan yang dihadiri 30-an narasumber tersebut. Wait a minute its just for IAI’s member.

 

Untuk semakin memberikan manfaat besar bagi anggota, IAI intens mengadakan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat dalam pembangunan kapasitas intelektual anggotanya. Langkah tersebut sebagai komitmen IAI dalam mendorong khasanah keilmuan akuntansi di tingkatan nasional, dan sebagai apresiasi terhadap komunitas profesi yang bergabung di IAI.Direktur Eksekutif IAI Elly Zarni Husin mengemukakan tren akuntansi syariah semakin meningkat di masa kini, begitupun di masa datang. Terbukti dengan lembaga-lembaga keuangan berbasis syariah kini sudah menjamur, dan mewarnai perekonomian nasional. Tingkat kebutuhan akan akuntan ataupun praktisi syariah tentu saja akan berbanding lurus dengan pertumbuhan perusahaan yang bergerak pada bidang tersebut.Di mata Elly, kecenderungan tersebut adalah berkah dan tantangan. Karenanya, peluang tersebut, ujarnya, harus direspon dan didukung. Dia meminta profesi untuk memberikan konstribusi pemikiran dan aksi dalam mendorong industri syariah semakin laris dalam kancah ekonomi nasional. IAI sendiri, tuturnya, telah melakukan penyusunan standar akuntansi, pelatihan, serta ujian, yang bisa membuat akuntansi syariah jauh lebih tumbuh dan berkembang.

“Saya berharap peserta free PPL akuntansi syariah IAI bisa menjadi bagian dari komunitas yang mengembangkan akuntansi syariah di Indonesia, jangan ragu untuk memberikan pemikiran dan masukan, IAI akan merangkum masukan dari bapak/ibu sekalian”, ujarnya saat membuka acara free PPL IAI, 25 Oktober 2011 silam.

Sementara itu praktisi akuntansi syariah Wiroso mengemukakan belum ada perkembangan signifikan dari akuntansi syariah. Menurut Wiroso implementasi akuntansi syariah, perbankan syariah, atau lembaga keuangan syariah tak semudah membalikkan telapak tangan. Penerapan praktiknya sulit direalisasikan di Indonesia, karea ekonomi Indonesia tidak berbasis syariah.

Penyebab kesulitan implementasi tersebut adalah tiga faktor yaitu satu regulasi, pelaksana, masyarakat. Sering terjadi sengketa antara dua institusi disebebkan perbedaan persepsi dalam melihat regulasi. Parahnya, regulasi juga kadang membuat masyarakat pun manjadi bingung.

“Akuntansi Syariah, akuntansi disusun berdasarkan fatwa. Fundamen akuntansi syariah adalah fatwa. Bila ada sengketa sehubungan transaksi syariah maka harus diselesaikan lewat pengadilan agama”, ungkapnya. (AFM)

Leave a Comment