Sekilas tentang Parade Riset Akuntansi

Parade riset akuntansi merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia wilayah Jawa Barat dan Ikatan Akuntan Indonesia kompartemen akuntan pendidik. Kegiatan yang bertujuan sebagai wadah bagi para peneliti untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitian di bidang akuntansi, serta dalam rangka peningkatan tridarma antara perguruan tinggi se-Jawa Barat, Ikatan Akuntan Indonesia wilayah Jawa Barat dan Ikatan Akuntan Indonesia kompartemen akuntan pendidik.

Parade riset akuntansi sudah memasuki tahun ketiga dengan mengusung tema yang berbeda-beda setiap tahunnya sehingga diharapkan dapat membantu para peneliti untuk mendapatkan masukan penelitian agar lebih berkualitas, juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk mengikuti perkembangan keilmuan terkini dan dapat memperluas jaringan kerjasama (network) antar perguruan tinggi.

Sejarah pelaksanaan parade riset akuntansi diselenggarakan pada :

  1. Parade Riset Akuntansi pertama tahun 2016 di Universitas Padjadjaran Bandung,
  2. Parade Riset Akuntansi kedua tahun 2017 di Universitas Garut,
  3. Parade Riset Akuntansi ketiga tahun 2018 di Universitas Swadaya Gunung Jati,
  4. Parade Riset Akuntansi keempat tahun 2019 di Universitas Pakuan

Tema Parade riset yang diusung tahun ini adalah Integrasi Pendidikan Akuntansi dengan Rencana Induk Riset Sosial Humaniora dan Pembangunan Ekonomi Wilayah

PENDAHULUAN

Tri Dharma Perguruan Tinggi mendorong Perguruan Tinggi harus memiliki tiga peta jalan untuk masing-masing dharma, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Peta jalan dharma pendidikan diarahkan pada sistem pembelajaran berbasis revolusi industri 4.0 yang berdampak pada perlunya penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih inovatif dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Regulasi pendidikan tinggi yang berlaku saat ini memberi porsi yang lebih besar kepada dharma penelitian dan dharma pengabdian kepada masyarakat dalam penentuan kualitas pendidikan tinggi, padahal  masih relatif banyak Perguruan Tinggi yang belum mampu menjalankan kedua dharma ini dengan baik dan optimal. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi secara berkala menerbitkan Panduan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam rangka mendorong civitas academica mengimplementasikan kedua dharma tersebut. Khusus dharma penelitian, panduan lain yang harus dijadikan pertimbangan adalah Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). RIRN yang berlaku saat ini adalah RIRN Edisi 2017 yang berdimensi waktu 2017 – 2045 dan diklasifikasikan dalam 10 (sepuluh) fokus riset, yaitu pangan, energi, kesehatan, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan, material maju, kemaritiman, kebencanaan, dan sosial humanoria.

Walaupun terdapat kontribusi pendidikan akuntansi pada setiap fokus riset, namun tidak dapat dipungkiri, bahwa wadah utama pendidikan akuntansi terletak pada fokus riset sosial humanoria yang memiliki 4 (empat) tema riset, yaitu kajian pembangunan sosial budaya, kajian sustainable mobility, kajian penguatan modal sosial, dan kajian ekonomi dan sumberdaya manusia. Tantangan utama riset oleh pendidikan akuntansi, tidak saja yang berkaitan dengan persyaratan pengelolaan dan skema risetnya, namun juga yang berkaitan dengan pemilihan tema dan substansi penelitian, terutama kewajiban memiliki peta jalan penelitian yang dikaitkan dengan RIRN.

Tantangan ini dapat diantisipasi dengan mengaitkan tema-tema riset dengan program pembangunan ekonomi, baik berskala nasional maupun regional (kewilayahan). Tema-tema yang berkaitan dengan pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil, menengah dan koperasi (UKM dan Koperasi), serta pengembangan kewirausahaan, merupakan tema yang menarik karena terbukti berkontribusi terhadap pembangunan dan penciptaan kemandirian ekonomi. Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai entitas yang diharapkan menjadi salah satu sokoguru pembangunan ekonomi pedesaan, juga dapat menjadi tema riset oleh pendidikan akuntansi.

Tujuan Kegiatan

Tema riset yang mengaitkan dengan program pembangunan ekonomi, diharapkan juga menghasilkan karya pada dharma pengabdian kepada masyarakat. Kontribusi nyata oleh pendidikan akuntansi melalui pendampingan dan konsultasi terhadap entitas-entitas ekonomi, seperti UKM, Koperasi dan BUMDes, diharapkan memunculkan apresiasi dari para pemangku kepentingan pendidikan akuntansi, termasuk Pemerintah Pusat dan Daerah, serta para Entitas Ekonomi tersebut.

Tujuan kegiatan Parade Riset Akuntansi 4 adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan kontribusi dalam bentuk gagasan konstruktif sebagai rekomendasi bagi kebijakan pemerintah, terutama dalam penyelarasan pendidikan akuntansi dengan rencana induk riset nasional dan pembangunan ekonomi kewilayahan;
  2. Mendiseminasikan hasil riset akuntansi yang dihasilkan oleh dosen dan peneliti di perguruan tinggi yang selaras dengan rencana induk riset nasional dan mampu  mendukung pembangunan ekonomi kewilayahan;
  3. Memperluas jaringan kerjasama antar perguruan tinggi dan instansi terkait; dan
  4. Sebagai wadah bagi para peneliti untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitian.

Hasil yang diharapkan

Hasil dan/atau manfaat dari pelaksanaan kegiatan PRA 4 ini adalah:

  1. Kegiatan PRA mendorong para akademisi untuk aktif dalam melakukan riset
    yang selaras dengan rencana induk riset nasional, khususnya fokus riset
    sosial humanoria.
  2. Membantu para peneliti untuk mendapatkan masukan agar lebih berkualitas,
    juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk mengikuti perkembangan
    keilmuan terkini dan dapat memperluas jaringan kerjasama (network) antar
    perguruan tinggi.
  3. Terselenggaranya acara diskusi berupa Forum Diskusi Struktural Program
    Studi atau Departemen/Jurusan Akuntansi dengan tema utama mengenai
    pengembangan kurikulum berbasis revolusi 4.0 dan current issue di bidang
    akuntansi.
  4. Publikasi hasil penelitian pada Aliansi Jurnal Jawa Barat yang sudah
    bekerjasama dengan Parade Riset Akuntansi 4.
  5. Sebagai wadah diskusi Aliansi Jurnal Jawa Barat.
  6. Sebagai wadah diskusi Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA).
  7. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dan Memorandum
    of Agreement (MOA) untuk peningkatan Tri Dharma antara perguruan tinggi
    se-Jawa Barat dan di luar wilayah Jawa Barat, IAI Wilayah Jawa Barat dan
    IAI KAPd.

Klik tombol dibawah ini untuk melakukan registrasi. Atau hubungi kontak sekretariat dan no. telepon yang tersedia dibawah.

Daftar Sekarang