IAI Jawa Barat Gelar Parade Riset Akuntansi XI Dorong Transformasi Nilai Berkelanjutan  

Bandung, 05 November 2026 – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Barat kembali menorehkan langkah strategis dalam memajukan profesi akuntansi di tanah air melalui penyelenggaraan ajang bergengsi berskala internasional. 

Bersama dengan Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) serta berbagai perguruan tinggi terkemuka di wilayah Jawa Barat, IAI Wilayah Jawa Barat resmi menyelenggarakan International Conference Parade Riset Akuntansi XI (PRA-XI). 

Perhelatan akbar ini dilangsungkan di Universitas Islam Bandung dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada tanggal 5 hingga 6 November 2026. 

Tahun ini, Parade Riset Akuntansi XI mengangkat sebuah tema besar yang sangat visioner dan kontekstual dengan tantangan zaman modern, yaitu “Transforming Accounting for Sustainable Value Creation in a Geopolitically Uncertain World: Integrating ESG, Digital Innovation, and Ethical Governance”. 

Pemilihan tema tersebut mencerminkan kesadaran kolektif para akademisi dan praktisi akuntansi terhadap dinamika global yang menuntut adaptasi cepat serta pemikiran strategis yang berkelanjutan. 

Rangkaian PRA-XI dirancang sedemikian rupa untuk menampilkan berbagai kegiatan akademik, profesional, serta edukatif yang sangat padat, komprehensif, dan melibatkan lintas elemen masyarakat. 

Di antara agenda utama yang disajikan meliputi International Conference, Paralel Session – Call For Paper, Forum Akuntan Pendidik (Forum Dosen), hingga Forum Guru SMA/SMK yang edukatif. 

Tidak hanya berhenti pada ranah konvensional, acara ini juga menghadirkan Coaching Clinic Paper, Business Simulation Game MonsoonSIM, Business Simulation Game Virtual Trading, Short Video Challenge, serta Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang dilaksanakan secara daring. 

Dalam sambutan, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Bandung, Dr. Prima Yusi Sari, CA, menyampaikan pandangan mendalam mengenai urgensi pelaksanaan konferensi internasional tahun ini. 

Dr. Prima menegaskan bahwa konferensi tahun ini mengusung tema yang amat relevan guna mendorong transformasi akuntansi untuk penciptaan nilai berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik global, dengan mengintegrasikan ESG,inovasi digital, dan tata kelola etis. 

“Kita sedang hidup di era ketidakpastian global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketegangan geopolitik, tantangan ekonomi, perubahan iklim, hingga pesatnya kemajuan teknologi secara mendasar telah mengubah cara organisasi beroperasi,” ungkap Dr. Prima dalam sesinya. 

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa dalam kondisi penuh tantangan seperti saat ini, profesi akuntansi harus berani melangkah lebih jauh dan tidak sekadar berurusan dengan angka-angka semata. 

Profesi akuntan kini tidak lagi hanya dituntut untuk sekadar mencatat transaksi keuangan atau menyusun laporan keuangan secara administratif, melainkan dituntut untuk memiliki daya analitis yang tinggi. 

“Kita makin diharapkan untuk menjadi mitra strategis dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan, memperkuat transparansi, mendorong tata kelola yang etis, serta mendukung pengambilan keputusan yang bertanggung jawab,” tambah Dr. Prima. 

Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, serta integrasi prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dinilai bukanlah sekadar tren sesaat yang akan berlalu begitu saja. 

Seluruh elemen tersebut telah bertransformasi menjadi pilar kunci yang secara aktif membentuk masa depan profesi akuntansi di tingkat nasional maupun global. 

Oleh karena itu, dunia pendidikan, penelitian, dan praktik profesional akuntansi harus dipastikan terus berkembang secara sinergis dan berjalan seiringan menghadapi disrupsi zaman. 

Agenda tahun ini terasa sangat spesial dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena kegiatannya tidak hanya sebatas konferensi internasional biasa, melainkan sebuah ekosistem kolaborasi ilmu pengetahuan. 

Kesuksesan perhelatan akbar ini tentu tidak lepas dari dukungan luar biasa serta kolaborasi erat dari 16 perguruan tinggi mitra (co-host) yang bertindak sebagai motor penggerak bersama. 

Apresiasi tinggi disampaikan kepada Universitas Islam Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Satu, Universitas Ekuitas Indonesia, Universitas Islam Dr. KHEZ Muttaqien, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia, President University, Universitas Pakuan, Universitas Ibn Khaldun, Universitas Garut,Universitas Siliwangi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Widyatama, dan Universitas Pasundan. 

Melalui sinergi lintas institusi ini, IAI Wilayah Jawa Barat berharap momentum PRA-XI dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk saling bertukar ide, membangun jejaring internasional, mengembangkan kolaborasi riset yang berdampak nyata, serta memperkuat kontribusi nyata akuntansi bagi dunia yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. 

Share the Post: