
Tasikmalaya – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Barat mendorong siswa SMK 1 Tasikmalaya untuk terus meminati profesi akuntansi. Hal ini dibuktikan lewat sosialisasi uji kompetensi keahlian akuntansi di SMK 1 Tasikmalaya, yang dibawakan oleh tim uji kompetensi Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Barat, Setyo Budiutono, SPd.,SE.,MSi.,Ak.,CA.
Kegiatan ini merupakan permintaan Kaprodi SMK 1 Tasikmalaya, yang menginginkan pencerahan terkait dengan sosialisasi uji kompetensi tiap tahun, yang dilakukan oleh SMK-SMK, untuk diuji kompetensinya. Salah satunya di lembaga profesi dan dunia usaha.
Tim uji kompetensi Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Barat, Setyo Budiutono, SPd.,SE.,MSi.,Ak.,CA mengatakan, SMK 1 Tasikmalaya sudah dua tahun kebelakang melakukan uji kompetensi melalui IAI, dan pada tahun ini juga pihak sekolah mulai kembali mengikuti uji kompetensi ke IAI.
Dimana uji kompetensinya ke IAI dengan pertimbangan bahwa sertifikat kompetensi yang diberikan, oleh Ikatan Akuntan Indonesia itu lebih banyak diterima oleh dunia usaha, dibandingkan diuji oleh dunia usaha itu sendiri.
Setyo Budiutono, SPd.,SE.,MSi.,Ak.,CA, juga memberikan gambaran umum profesi akuntansi di dunia industri. Dimana jika siswa siswi kelas 12 SMK 1 Tasikmalaya meminati profesi akuntansi, terdapat jenjang sebagai akuntan pendidik, akuntan publik, akuntan syariah, akuntan perpajakan, dan akuntan di perusahaan.
“Jadi tidak hanya satu dunia usaha saja. Ini diterima karena lembaga profesi. Ketertarikan itu yang balik lagi ke Ikatan Akuntan Indonesia,” ujar Setyo.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemberian materi dibagi menjadi dua sesi. Yakni uji kompetensi manual dan uji kompetensi komputerisasi akuntansi. Pada proses manual yang kaitannya dengan siklus akuntansi, dibagi menjadi tiga sesi.
Sesi pertama identifikasi transaksi biasanya pengelolaan jurnal, atau istilahnya pencatatan jurnal. Sesi kedua yakni, mengelolah buku besar atau posting ke dalam buku besar, dan sesi ketiga yakni menyelesaikan siklus akuntansi, yaitu membuat mulai dari jurnal penyesuaian sampai dengan membuat laporan dan ditutup dengan jurnal penutup.
Pada materi komputerisasi akuntansi, sebenarnya ada banyak hal. Namun yang di yang diminta SMK 1 Tasikmalaya hanya pengujian menggunakan aplikasi MYOB. Dalam pelaksanaannya nantinya dibagi. Pada prinsipnya sama dengan yang manual, tetapi yang membedakan hanya awalnya saja. Kalau manual itu pena dan kertas. Namun pada masa sekarang alatnya menggunakan komputerisasi dan software.
Kegiatan sosialisasi lebih aktif, karena dibarengi dengan pertanyaan dari para siswa yang hadir. Dimana jumlah siswa yang hadir mencapai 93 orang, yang terdiri dari 3 kelas. Tidak hanya siswa melainkan kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum, jajaran guru-guru produktif, juga turut menyaksikan dan mendengarkan materi tentang review uji kompetensi tersebut.
Setyo Budiutono, SPd.,SE.,MSi.,Ak.,CA, juga menambahkan bahwa profesi akuntan itu terus bertransformasi, kaitan dengan alat komunikasi seperti handphone, terdapat sejumlah fitur yang dimanfaatkan oleh pengguna untuk meningkatkan usaha, maka sangat diharapkan profesi akuntan bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada.
“Saya membuka wawasan bahwa, dengan kita bisa mobile maka kita bisa menjadi konsultan para UMKM, yang sekarang ini kalau kita tanya komputer ada yang punya, ada yang tidak punya, namun kalau ditanya handphone pasti hampir semua memiliki,” ungkap Setyo
Setelah penyampaian di awal apa gambaran umum profesi akuntansi di dunia industri, lanjut materi tentang apa uji kompetensi manual, dan lanjut materi tentang komputerisasi akuntansi, diharapkan para siswa dapat terus meminati profesi akuntan.