IAI Jawa Barat dan Universitas Pakuan Perkuat Kompentensi Akuntan

Bogor – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Barat dan Universitas Pakuan menandatangani MoU untuk memperkuat kompetensi serta pengembangan keilmuan akuntansi, Kamis (27/08/2026).

Ketua IAI Wilayah Jawa Barat Dr. Prima Yusi Sari mengatakan, kerja sama tersebut membuka ruang pertukaran keilmuan kedua pihak.

“Kerja sama ini nantinya dapat meningkatkan kompetensi, sering keilmuan, serta berbagai isu antara IAI jawa barat dan universitas pangkuan.” ungkap ketua IAI Jawa Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Auditorium Lantai 3 Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan,  bersamaan dengan seminar nasional dan peluncuran Program Studi Magister Akuntansi.

Seminar nasional mengangkat tema “The Next Generation Accountant, Beyond the Numbers: Mastering the Fraud Audit, Sustainability and Digital Accounting”.

Dalam seminar tersebut, panitia menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Ida Rosnidah, Dr. Ir. Fontian, dan Dr. Rochman Marota.

Menurut Ketua IAI Jawa Barat, Dr. Prima Yusi Sari, kehadiran Program Studi Magister Akuntansi dapat memberikan banyak masukan bagi industri serta mendukung peningkatan kompetensi akuntan.

“Program studi tersebut dapat menghasilkan akuntan profesional yang mampu menjawab kebutuhan industri dan perkembangan dunia akuntansi,” harapnya.

Ketua IAI Jawa Barat, juga menilai seminar tersebut sangat menarik karena membahas digitalisasi akuntansi yang kini semakin berkembang dalam praktik profesi akuntan Indonesia.

“Masyarakat selama ini sering memandang akuntansi hanya berkaitan dengan angka, padahal perkembangannya kini melampaui angka semata,” kata Dr. Prima.

Menurut Dr. Prima Yusi Sari, perkembangan tersebut menuntut akuntan memahami informasi secara lebih luas agar mampu memberikan analisis dan keputusan yang bernilai strategis.

“Akuntansi itu sudah beyond the numbers, tidak hanya angka tetapi apa yang ada di balik angka tersebut,” ujar Dr. Prima.

Program Studi Magister Akuntansi Universitas Pakuan diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan melalui pembelajaran yang sesuai kebutuhan perkembangan profesi.

Kerja sama dengan IAI Jawa Barat juga diharapkan meningkatkan berbagai kompetensi lulusan sehingga mampu bersaing dan berkontribusi bagi industri.

Dr. Prima Yusi Sari berharap, kerjasama kedua pihak berjalan lancar dan memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan pendidikan serta profesi akuntan Indonesia.

“Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan lancar dan mensupport berbagai pihak yang lain supaya profesi akuntan semakin maju,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi penting untuk menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi akuntan pada masa mendatang.

“Melalui kerja sama tersebut, IAI Jawa Barat dan Universitas Pakuan berkomitmen memperkuat pendidikan, keilmuan, serta profesionalisme akuntan Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. Ir. H. Didik Notosudejono mengatakan, kegiatan ini bukan sekedar pembukaan melainkan program akreditasi baru, untuk menjawab perubahan besar dalam dunia akuntasin dan profesi keuangan.

”Kita sedang berada pada era ketika profesi akuntansi mengalami transformasi yang sangat cepat sekali. Teknologi digital, artificial intelligence, tuntutan transparansi, isu keberlanjutan, serta meningkatkan kompleksitas fields telah mengubah cara organisasi mengelola informasi dan mengambil keputusan,” katanya.

Melalui Program Studi Magister Akuntansi, kita ingin membangun ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya technically competent, tetapi juga berintegritas, adaptif, kritis, inovatif, dan memiliki wawasan global.

”Kami berharap Program Studi Magister Akuntansi dapat menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan pemikiran yang mempertemukan akademisi, praktisi, regulator, auditor, dunia usaha, dan juga masyarakat umumnya. Sehingga ilmu akuntansi tidak berhenti di ruang kelas, namun dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan pembangunan nasional,” ungkapnya.

Diharapkan mahasiswa yang nanti akan bergabung dalam program studi ini, tidak hanya belajar menghitung angka, melainkan dapat belajarlah memahami makna di balik angka. Selain itu juga tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi jadilah pengendali dan pengarah teknologi dengan tetap menjunjung tinggi etika.

Share the Post: