
Bandung – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Barat, kembali menyelenggarakan pelatihan perpajakan melalui kelas Brevet yang bertempat di Kampus Widyatama, Sabtu (05/09/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kompetensi perpajakan yang diakui secara profesional.
Koordinator Bidang Kompetensi dan Profesional IAI Wilayah Jawa Barat, Dr. Yane Devi Anna, CA menjelaskan, bahwa kelas brevet merupakan satu pelatihan yang mencangkup tingkatan A,B dan C. Sertifikasi ini menjadi tolak ukur kemampuan seseorang dalam memahami perpajakan secara mendalam.
”Sertifikasi ini terdiri dari level A, B, dan C. Pada saat mengambil sertifikasi ini, diukur kemampuan tentang pemahaman perpajakan, sedangkan level berikutnya Adalah C,” ujar Dr. Yane di sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengajaran dalam kelas brevet jauh lebih komprehensif dibandingkan pengajaran pajak biasa. Khusus untuk agenda hari ini, fokus pelatihan adalah Brevet C, yang merupakan level lanjut atau second level bagi peserta yang telah menyelesaikan Brevet AB.

Menurut Dr. Yane, perbedaan mendasar antara Brevet AB dan C, terletak pada sasaran peserta dan kedalaman materi. Jika Brevet A dan B lebih bersifat umum dan bisa diikuti oleh mahasiswa maupun karyawan, maka Brevet C labih ditunjukan kepada praktisi.
”Materi Brevet C lebih kompleks, mencakup pajak internasional, akuntasi perpajakan, hingga tax planning. Oleh karena itu, jumlah peminatnya tidak sebanyak Brevet AB. Frekuensi penyelenggaraannya pun lebih sedikit, misalnya jika AB sudah tiga kali, Brevet C baru satu kali karena tingkatannya yang lebih dalam,” jelasnya.
Keunggulan utama mengikuti Brevet C adalah kemampuan peserta dalam menyusun perencanaan pajak dengan baik serta memahami regulasi internasional. Selain itu, pengajar yang merupakan anggota IAI wilayah Jawa Barat yang dihadirkan merupakan konsultan pajak berpengalaman yang memiliki pemahaman luas di bidangnya.
Dr. Yane juga menambahkan bahwa bagi mahasiswa, khususnya jurusan Akuntansi, memiliki sertivikasi brevet merupakan kompetensi penting untuk melengkapi pemahaman akademik mereka agar lebih siap di dunia kerja.
Mengenai teknis pelaksanaan, kelas Brevet C ini terdiri dari 7 materi yang disampaikan dalam 30 sesi pertemuan dan mencakup 6 kali ujian. Meskipun secara jumlah sesi lebih sedikit dibandingkan Brevet AB yang mencapai 60 sesi, Brevet C memiliki bobot materi yang jauh lebih mendalam.
”Setelah mengikuti kelas ini dan dinyatakan lulus, baik peserta Brevet A, B, maupun C akan mendapatkan sertifikat. Namun, sertifikat Brevet C memiliki nilai lebih karena konteks materinya yang lebih luas dan tingkatannya yang lebih tinggi,” pungkasnnya.