
Bandung – Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Barat, turut serta berpartisipasi dalam penelaahan paparan Sinkronisasi kurikulum akuntansi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) di Sekolah Menengah Kejuruan Mathla’ul Anwar, Rabu, 02 September 2026.
Sekretaris I Ikatan Akuntan Indoensia (IAI) Wilayah Jawa Barat, Dr. Dasep Heriansyah,SE.,M.Si.,Ak.,CA.,SAS.,CPA.,ASEAN CPA mengatakan, bahwa penelaahan kurikulum tersebut bertujuan untuk mengupdate kurikulum sesuai dengan perkembangan standar akuntansi keuangan dan kebutuhan DUDIKA.
”Sebaiknya kurikulum akuntansi memasukan materi prinsip dasar etika profesi selain keahlian dasar akuntansi. Penting sekali memantapkan dan meluruskan niat dengan berpegang teguh pada prinsip dasar etika profesi, mengingat profesi akuntansi harus berdiri di atas kepentingan publik dan tentu saja tidak berdasarkan pesanaan pihak pengguna tertentu saja,” ungkap Dr. Dasep.
Disisi lain Menjaga prinsip dasar etika harus diterapakan pada setiap tahapan proses penyusunan dan pelaporan keuangan. Selain itu, kompetensi teknis akuntansi yang mengacu kepada standar akuntansi keuangan perlu menjadi perhatian dalam desain kurikulum.

Selanjutnya, upaya penyelarasan kurikulum dengan DUDIKA perlu dilakukan analisis kesenjangan antara Kurikulum Existing dengan kebutuhan DUDIKA terkini. Berdasarkan hasil analisis kesenjangan, selanjutnya disusun dan dilakukan penyelerasan kurukulum sesuai kebutuhan, sehingga diharapkan kesenjangan dapat dieliminir.
“Penting sekali melakukan riset sederhana pengguna aplikasi akuntansi, agar Lab. Praktika akuntansi menggunakan aplkasi yang banyak digunakan di DUDIKA, hal ini dimaksudkan agar lulusan lebih siap kerja , karena sudah terbiasa menggunakan aplikasi akuntansi yang sama atau serupa di sekolah,” kata Dr. Dasep.
Dari pemaparan materi inilah diharapkan dapat mewujudkan singkronisasi kurikulum akuntansi sesuai kebutuhan DUDIKA. Dengan demikian lulusan yang dihasilkan dapat bermafaat dalam dunia kerja nantinya.